by

Ini 5 Larangan Jimak dalam Islam Muslim

JIMAK atau berhubungan antara suami-istri setelah menikah bernilai ibadah dalam Islam. Tapi ada adab dan larangan-larangan yang harus dipatuhi supaya perbuatan itu tidak menuai dosa.

Okezone merangkum larangan-larangan berhubungan badan suami-istri dari berdasarkan penjelasan pendakwah Ustadz Fauzan Amin:

1. Dilarang anal

Bersetubuh melalui dubur dilarang keras dalam Islam. Bahkan sebagian ulama menyebut perbuatan tersebut sama dengan zina. Selain bisa menyakiti istri, juga berbahaya buat kesehatan karena ada begitu banyak bakteri di sana.

Baca juga: Doa Rasulullah Ketika Bangun Tidur dan Hikmah yang Diperoleh

2. Dilarang datang diam-diam pada istri

Dalam momen berhubungan setidaknya suami harus minta izin istri. Kalau datang diam-diam atau menyentuh badannya langsung tanpa bilang, hati-hati Anda bisa tak mendapatkan pahala. Pemanasan tetap dibutuhkan agar istri siap berhubungan.

3. Dilarang di tempat terbuka

Ketika melakukan hubungan suami istri haruslah dilakukan di tempat tertutup. Jadi jelas berhubungan di tempat terbuka apalagi jadi tontotan adalah dosa besar.

4. Tidak berhubungan saat badan masih kotor

Seperti Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini.

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

5. Dilarang menggauli ketika istri sedang haid

Berhubungan saat istri lagi haid dilarang oleh agama. Secara kesehatan juga berisiko menimbulkan infeksi dan iritasi.

Larangan menggauli istri saat haid juga ada dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 222, “Haid itu adalah suatu kotoran. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

JIMAK atau berhubungan antara suami-istri setelah menikah bernilai ibadah dalam Islam. Tapi ada adab dan larangan-larangan yang harus dipatuhi supaya perbuatan itu tidak menuai dosa.

Okezone merangkum larangan-larangan berhubungan badan suami-istri dari berdasarkan penjelasan pendakwah Ustadz Fauzan Amin:

1. Dilarang anal

Bersetubuh melalui dubur dilarang keras dalam Islam. Bahkan sebagian ulama menyebut perbuatan tersebut sama dengan zina. Selain bisa menyakiti istri, juga berbahaya buat kesehatan karena ada begitu banyak bakteri di sana.

Baca juga: Doa Rasulullah Ketika Bangun Tidur dan Hikmah yang Diperoleh

2. Dilarang datang diam-diam pada istri

Dalam momen berhubungan setidaknya suami harus minta izin istri. Kalau datang diam-diam atau menyentuh badannya langsung tanpa bilang, hati-hati Anda bisa tak mendapatkan pahala. Pemanasan tetap dibutuhkan agar istri siap berhubungan.

3. Dilarang di tempat terbuka

Ketika melakukan hubungan suami istri haruslah dilakukan di tempat tertutup. Jadi jelas berhubungan di tempat terbuka apalagi jadi tontotan adalah dosa besar.

4. Tidak berhubungan saat badan masih kotor

Seperti Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini.

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

5. Dilarang menggauli ketika istri sedang haid

Berhubungan saat istri lagi haid dilarang oleh agama. Secara kesehatan juga berisiko menimbulkan infeksi dan iritasi.

Larangan menggauli istri saat haid juga ada dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 222, “Haid itu adalah suatu kotoran. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed