by

Sekolah di Zona Hijau Bakal Ditutup Jika Ada Kasus Corona News

JAKARTA – Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang menegaskan bahwa pembukaan sekolah di zona hijau tidak mengharuskan para siswa untuk belajar di sekolah.

Orangtua, sambung dia, berhak untuk meminta agar anaknya belajar dari rumah jika khawatir buah hatinya terpapar corona. Sehingga, para guru nantinya akan mengelompokkan kegiatan belajar mengajar bagi siswa yang berada di sekolah, maupun di rumah.

“Kalau zona merah dan oranye sama sekali tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Chatarina dalam diskusi daring ‘Pendalaman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19’, Selasa (16/6/2020).

Ia menerangkan hanya sekitar 6% atau 90 sekolah yang dibuka saat pandemi corona. Sekolah tersebut diminta untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik dan keluarganya.

Kemendikbud nantinya akan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi soal pembukaan sekolah di jalur hijau tersebut.

“Dan sekolah berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan covid dan memberikan peningkatan kapasitas kepada pengawas sekolah dalam melaksanakan pendidikan agar para pendidik bisa menghadapi pembelajaran tatap muka pada masa covid,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemda berhak untuk menutup kembali sekolah bila hasil evaluasi proses belajar tatap muka adanya peningkatan kasus corona.

“Nanti langsung ditutup sekolahnya. Jadi memang harus secara berkala melakukan evaluasi perkembangan covid pada zona hijau dimana sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. jadi wajib ditutup kembali sekolah yang dalam kondisi tidak aman,” tambah Chatrina.

(aky)

@credit

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed