by

Tiga Karyawan Toko Bangunan di Kota Bogor Positif Covid-19 Megapolitan

BOGOR – Tiga karyawan toko bangunan di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dilaporkan positif covid-19. Ketiganya positif setelah sempat reaktif dan dilanjutkan dengan swab tes.

“Benar ada tiga karyawan (positif covid-19). Dari hasil rapid test mandiri yang ditindaklanjuti oleh swab tes dari Dinkes,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).

Dengan begitu, seluruh karyawan dan manajemen toko yang pernah berintraksi langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Mereka diharuskan isolasi mandiri dan menjalani swab tes covid-19.

“Artinya semua karyawan dan manajemen yang berinteraksi (dengan pasiem positif) jadi ODP dengan ketentuan harus isolasi mandiri, memeriksakan diri dengan rapid maupun swab tes,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat yang merasa berkunjung ke toko bahan bangunan modern itu juga diminta isolasi mandiri. Jika ada mengalami gejala mengarah ke covid-19 segera melapor ke faskes terdekat.

“Pengunjung yang dalam 14 hari terakhir berbelanja di sana dihimbau untuk memeriksakan diri dan melakukan isolasi mandiri. Apabila ada gejala agar segera menghubungi faskes terdekat,” tambahnya.

Selanjutnya, Pemkot Bogor bersama Dinas Kesehatan akan melayangkan surat untuk melakukan disinfeksi di toko tersebut. Demi kepentingan semua, pihak manajemen diimbau untuk tutup sementara.

“Besok kita sampaikan surat pelaksanaan disinfeksi dan penetapan ODP ke karyawan dan manejemen. Dimimta untuk menutup sementara,” tegas Dedie.

Sementara itu, Manajer Operasional Toko Bangunan Mitra 10 Kota Bogor, Rully Diantino mengaku bahwa ketiga orang yang telah dinyatakan positif covid-19 tersebut merupakan karyawan supplier.

“Baru tiga yang lapor. Karena kalau supplier tidak bisa kontrol karena dia luar mitra, pihak ketiga. Juga sudah enggak masuk sejak reaktif,” ucap Rully.

Kemudian, beberapa karyawannya yang reaktif hasil rapid tes dipemeriksaan awal pada 5 Juni 2020 dinyatakan negatif usai ditindaklnjuti dengan uji swab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

“Swab di RSUD, kalau sudah positif sudah gugus tugas yang menangani. jadi yang 1 sudah daibawa rsud, yang 2 baru tahu positif. Jadi saya melarang masuk dari awal setelah reaktif,” pungkasnya.

(kha)

@credit

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed